Video tentang dugaan pemalakan di depan minimarket sekitar Terminal Purabaya, Sidoarjo viral di Facebook.
Video kejadian di dekat terminal yang biasa disebut Terminal Bungurasih itu diunggah akun M*y* F*s sekitar 20 jam lalu.

Dalam postingan itu, pemilik akun menulis :

“Ini kejadian yang aku alami sendiri tadi pagi di indomaret dekat terminal bungur asih.Cuma pengen tau aja,,klo emang bener ada uud nya aku iklas,,kasihan pak sopirnya..bayar grab dari lokasi ke kantor cuma 21 rb,tapi harus dipalak kayak gini.
Tapi klo kedua orang ini cuma emang sengaja melakukan pemalakan..semoga apa yang diterima setelah ini melebihi harga rokok 10 bungkus..
#PolresSidoarjo. ..tolong di tindak lanjuti..mereka sudah bawa2 nama instansi.”

Sampai saat ini, video itu sudah diputar sampai 869 ribu kali.

Postingan ini pun sudah dibagikan 15 ribu kali.

Dalam video yang beredar, terlihat penumpang taksi online membeli satu slop rokok di minimarket.

Selanjutnya rokok itu diserahkan ke dua pria yang memintanya.

Sempat terjadi adu argumen sebelum atau saat penyerahan rokok itu.

Satu dari dua pria itu menyebut nama seorang anggota Polresta Sidoarjo.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris mengatakan pihaknya sedang menyelidiki peristiwa itu.

“Petugas sedang kalrifikasi ke beberapa pihak,” kata Harris kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (22/3/2018).

Pihak yang diklarifikasi di antaranya wanita yang mengambil video dan mengunggahnya di media sosial, sopir taksi online, dan anggota Polresta Sidoarjo.

Anggota Polresta itu diklarifikasi karena namanya sempat disebut dalam video itu.

“Semoga dalam waktu cepat bisa terungkap.”

“Kami belum bisa memastikan itu tindakan kriminal atau tidak,” sambungnya.

Dalam penyelidikan polisi, polisi yang namanya disebut dalam video viral itu memang anggota Polresta Sidoarjo.

Namun, Harris tidak menyebut nama lengkap, pangkat, dan satuan tempat anggota itu bertugas.

“Nama itu memang benar anggota Polresta Sidoarjo.”

“Kami juga sudah klarifikasi ke dia setelah video tersebut beredar luas,” ungkap Harris.

Dalam klarifikasi itu, polisi tersebut mengaku tidak ada kaitannya dengan dua pria yang ada dalam video.
Apalagi terkait aksi minta satu slop rokok kepada penumpang atau sopir taksi online.

“Dua orang itu mungkin kenal dengan anggota ini.”

“Tapi dari klarifikasi yang kami lakukan, tidak ada bukti dia terkait dengan aksi tersebut,” tandasnya.